Rabu, 10 Oktober 2012

PENILAIAN INVESTASI DAN RASIO KEUANGAN


TUGAS       : MANAJEMEN KEUANGAN II
DOSEN      : NURHAEDAH SE, M.Si

COMPLEMENT OF MIDDLE TEST
(PELENGKAP MID TES)

Logo UIT warna






OLEH :
NAMA   : SAMSULRIADI
STB        : 09.602.056
KELAS    : A Va (AKUNTANSI)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR (UIT) MAKASSAR
2011/2012
SOAL
1.   Ada dua proyek investasi A dan B yang sama-sama mempunyai umur ekonomis 2 tahun dan membutuhkan dana sebesar Rp. 500.000.000,-. Distribusi probabilitas dan cashflow masing – masing usulan investasi selama umur ekonomisnya :

Usulan
Investasi
A
Usulan
Investasi
B
Tahun
Cashflow
Probabilitas
Tahun
Cashflow
Probabilitas
1
Rp. 600.000.000
0,30
1
Rp. 600.000.000
0,30

Rp. 550.000.000
0,40

Rp. 400.000.000
0,40

Rp. 500.000.000
0,10

Rp. 300.000.000
0,10

Rp. 350.000.000
0,30

Rp. 400.000.000
0,30

Rp. 700.000.000
0,20

Rp. 350.000.000
0,20
2
Rp. 700.000.000
0,20
2
Rp. 550.000.000
0,20

RP. 350.000.000
0,20

Rp. 300.000.000
0,20

Rp. 400.000.000
0,40

Rp. 400.000.000
0,40

Rp. 300.000.000
0,10

Rp. 500.000.000
0,10

Rp. 300.000.000
0,25

Rp. 500.000.000
0,25

Ditanya :
a)  Hitung besarnya nilai yang diharapkan darin kedua usulan investasi !
b)  Dari tahun kedua proyek investasi tersebut, carilah Net Present Value (NPV) jika return yang diharapkan 45 % !
c)  Buatlah kesimpulan kedua proyek tersebut, proyek mana yang lebih menguntungkan dengan pembuktian logis !
2.  Carilah laporan keuangan (Neraca dan Laporan Laba/Rugi) suatu perusahaan, kemudian hitunglah rasio-rasio keuangannya dan tentukanlah apakah kondisi keuangan perusahaan tersebut menguntungkan atau tidak !!!



Jawaban
1.   Proyek investasi A dan B
a)  Besarnya nilai investasi yang diharapkan dari kedua usulan investasi, yaitu :

ü Investasi A :
Tahun 1    Rp. 600.000.000,- × 0,30      = Rp. 180.000.000,-
 Rp. 550.000.000,- × 0,40     = Rp. 220.000.000,-
 Rp. 500.000.000,- × 0,10     = Rp.  50.000.000,-
 Rp. 350.000.000,- × 0,30     = Rp. 105.000.000,-
 Rp. 700.000.000,- × 0,20     = Rp. 140.000.000,-
Nilai yang diharapkan           Rp. 695.000.000,-

Tahun 2    Rp. 700.000.000,- × 0,20      = Rp. 140.000.000,-
 Rp. 350.000.000,- × 0,20     = Rp.  70.000.000,-
 Rp. 400.000.000,- × 0,40     = Rp. 160.000.000,-
 Rp. 300.000.000,- × 0,10     = Rp.         30.000.000,-
 Rp. 300.000.000,- × 0,25     = Rp.  75.000.000,-
Nilai yang diharapkan           Rp. 475.000.000,-

ü Investasi B :
Tahun 1    Rp. 600.000.000,- × 0,30      = Rp. 180.000.000,-
 Rp. 400.000.000,- × 0,40     = Rp. 160.000.000,-
 Rp. 300.000.000,- × 0,10     = Rp.  30.000.000,-
 Rp. 400.000.000,- × 0,30     = Rp. 120.000.000,-
 Rp. 350.000.000,- × 0,20     = Rp.  70.000.000,-
Nilai yang diharapkan           Rp. 560.000.000,-

Tahun 2    Rp. 550.000.000,- × 0,20      = Rp. 110.000.000,-
 Rp. 300.000.000,- × 0,20     = Rp.  60.000.000,-
 Rp. 400.000.000,- × 0,40     = Rp. 160.000.000,-
 Rp. 500.000.000,- × 0,10     = Rp.  50.000.000,-
 Rp. 500.000.000,- × 0,25     = Rp. 125.000.000,-
Nilai yang diharapkan          Rp. 505.000.000
b)  Dari tahun kedua proyek investasi tersebut, maka dapat dihitung NPVnya dengan return yang diharapkan 45%, berikut:

ü NPV A      = - Rp. 500.000.000,- + Rp. 695.000.000,-  + Rp. 475.000.000,-
(1 + 0,45)1                 (1 + 0,45)2
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 695.000.000,-  + Rp. 475.000.000,-
     1,45                         2, 1025
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 479.310.345 + Rp. 225.921.522,-
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 705.231.867,-
= Rp. 205.231.867,-

ü NPV B        = - Rp. 500.000.000,- + Rp. 560.000.000,-  + Rp. 505.000.000,-
(1 + 0,45)1                 (1 + 0,45)2
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 560.000.000,-  + Rp. 505.000.000,-
     1,45                         2, 1025
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 386.206.897,- + Rp. 240.190.250,-
= - Rp. 500.000.000,- + Rp. 626.397.147,-
= Rp. 126.397.147,-

c)  Kesimpulan kedua proyek tersebut, proyek A lebih lebih menguntungkan dibanding proyek B, berikut pembuktian logisnya :
  NPV A  >    NPV B
Rp. 205.231.867,-        >    Rp. 126.665.147,-
Dengan demikian, jika kedua investasi tersebut dijalankan/dilaksanakan, maka keduanya akan menguntungkan bagi perusahaan. Tetapi, dari keduanya proyek investasi A lebih berpeluang memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan proyek investasi B. Hal ini, dapat dilihat dari perhitungan Net Present Value (NPV) dari kedua investasi tersebut diatas yaitu pada jawaban b.
2.  Mencari laporan keuangan dan menghitung analisis rasio keuangannya
a)  Laporan Keuangan
ü Neraca

PT. ADHEYSCOM
NERACA COMPARATIF
31 Desember 2008 dan 31 Desember 2009

Keterangan
31 Desember 2008
31 Desember 2009
ü  AKTIVA
·       Aktiva Lancar :
Kas
Efek
Piutang Dagang
Persediaan Barang Dagangan
Perlengkapan
Jumlah aktiva lancar


Rp.  34.250.000,-
Rp.  50.000.000,-
Rp. 112.400.000,-
Rp. 150.250.000,-
Rp.    5.000.000,-
Rp. 351.900.000,-


Rp.  32.500.000,-
Rp.  40.000.000,-
Rp.  92.500.000,-
Rp. 160.000.000,-
Rp.    4.750.000,-
Rp. 329.750.000,-
·       Aktiva Tetap :
Tanah
Bangunan
Akm. Depresiasi Bangunan
Peralatan
Akm. Depresiasi Peralatan
Kendaraan
Akm. Depresiasi kendaraan
Jumlah Aktiva Tetap

Rp. 135.000.000,-
Rp. 190.000.000,-
(Rp.    27.000.000,-)
Rp. 120.000.000,-
(Rp.   30.000.000,-)
Rp. 200.000.000,-
(Rp.    60.000.000,-)
Rp. 528.000.000,-

Rp. 135.000.000,-
Rp. 190.000.000,-
(Rp.    36.000.000,-)
Rp. 120.000.000,-
(Rp.   40.000.000,-)
Rp. 200.000.000,-
(Rp.    80.000.000,-)
Rp. 489.000.000,-
Total Aktiva

ü  Passiva (Kewajiban + Ekuitas)
·       Kewajiban :
Kewajiban Jangka Pendek :
Hutang Dagang
Hutang Wesel
Hutang Bunga
Rp. 879.900.000,-




Rp.  70.000.000,-
Rp.  60.000.000,-
Rp.  25,000.000,-
Rp. 818.750.000,-




Rp.  55.250.000,-
Rp.  37.500.000,-
Rp.  20,000.000,-
Jumlah Kewajiban Jangka pendek
Rp. 145.000.000,-
Rp. 112.750.000,-
Kewajiban Jangka Panjang :
Hutang Obligasi
Hutang Bank

Rp. 150.000.000,-
Rp. 100.000.000,-

Rp. 125.000.000,-
Rp.  75.000.000,-
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang
Rp. 250.000.000,-
Rp. 200.000.000,-
Total Kewajiban
·       Ekuitas Pemegang Saham :
Rp. 395.000.000,-
Rp. 312.750.000,-
Modal Saham (50.000 Lembar)
Laba Ditahan
Rp. 285.000.000,-
Rp. 199.900.000,-
Rp. 300.000.000,-
Rp. 206.000.000,-
Jumlah Ekuitas Pemegang Saham
Rp. 484.900.000,-
Rp. 506.000.000,-
Total Passiva
Rp. 879.900.000,-
Rp. 818.750.000,-



ü Laporan Rugi/Laba

PT. ADHEYSCOM
LAPORAN RUGI/LABA
PER 31 Desember 2009

·       Penjualan :


Penjualan Kotor
Rp. 1.575.000.000,-

Retur dan Potongan Penjualan
( Rp.   175.000.000,-)

Penjualan Bersih

Rp. 1.400.000.000,-
Harga pokok Penjualan

(Rp.  925.000.000,-)
Laba Kotor

Rp.    475.000.000,-

·       Beban-beban Usaha :


Beban Penjualan
Rp. 95.000.000,-

Beban Adm. Dan Umum
Rp. 57.500.000,-

Beban Depresiasi Gedung
Rp.   9.000.000,-

Beban Depresiasi peralatan
Rp. . 6.000.000,-

Beban Depresiasi Kendaraan
Rp. 20.000.000,-

Beban Listrik, Air dan Telpon
Rp. 27.250.000,-

Jumlah Beban Usaha

(Rp. 218.750.000,-)
Laba Operasi (EBIT)

Rp. 256.250.000,-
·       Pendapatan dan Beban Diluar Usaha :


ü Pendapatan ;


Deviden
Rp. 12.000.000,-

ü Beban :


Beban Bunga
(Rp. 55.000.000,-)

Rugi Diluar Usaha

(Rp.    33.000.000,-)
Laba Bersih Sebelum Pajak (EBIT)

Rp. 223.250.000,-
Pajak Penghasilan (PPh) 40 %

(Rp.    89.300.000,-)
Laba Bersih (EAT)

Rp. 133.950.000,-



ü Rasio atas Laporan Keuangan tahun 2009
a) Rasio Likuiditas
1.  Current Ratio
Current ratio     = Aktiva Lancar
Hutang lancar
                       = Rp. 329.750.000,-
                            Rp. 112.750.000,-
                       = 2,92.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap RP. 1 hutang lancar perusahaan dapat dijamin dengan 2,92 aktiva lancar perusahaan.
2. Quick Ratio atau Acid Test Ratio
QR atau ATR    = Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang lancar
                       = Rp. 329.750.000,- - Rp. 160.000.000,-
Rp. 112.750.000,-
= 1,51
Berdasarkan hasil perhitungan diatas disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar perusahaan dapat dijamin dengan Rp. 1,51 aktiva lancar.
3. Cash Ratio (Rasio Kas)
Cash ratio         =   Kas + Efek
Hutang lancar
                     = Rp. 32.500.000,- + Rp. 40.000.000,-
Rp. 112.750.000            
=0,64
Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap Rp. 1 hutang lancar perusahaan dijamin dengan Rp. 0,64 uang kas dan yang segera menjadi kas.
b) Rasio Leverage/Solvabilitas
1.  Debt to Total Asset
Debt ratio         = Total hutang       ×       100%
Total aktiva
                       = Rp. 312.750.000,-         ×       100%
 Rp. 818.750.000
                       = 38,19 %
2. Debt to Equity Ratio
Debt to equity ratio     = Total hutang jangka panjang    × 100 %
Modal sendiri
                               = Rp. 200.000.000,-         ×       100 %
 Rp. 506.000.000,-
= Rp. 39,53 %
3. Time Interest Earned Ratio
Time interest earned ratio                        = Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)
Bebas bunga
                                                     = Rp. 256.250.000,-
 Rp.  75.250.000,-
                    = 3,4 kali
4. Fixed Change Coverage Ratio
Fixed change coverage ratio   = EBIT + Bunga
Bunga
                    = Rp. 256.250.000,- + Rp. 55.000.000,-
Rp. 55.000.000,-
   = 5,7 kali
5. Debt Service Ratio
Debt service ratio        =       laba sebelum bunga dan pajak
Bunga + Sewa Angsuran Pokok Pinjaman
1 – Tarif pajak
Untuk laporan keungan PT. AdheysCOM tidak dibuat rasio keuangan ini karena perusahaan tidak memiliki aktiva yang disewa atau pun pembayaran angsuran pokok pinjaman. Perusahaan ini, menggunakan aktiva tetap milik perusahaan sendiri dalam pelaksanaan kegiatan operasi perusahaan.

c) Rasio Aktivitas
1.   Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan          = Harga pokok penjualan
Rata-rata Persediaan
        =                 Rp. 925.000.000,-
    Rp. 150.250.000,- + Rp. 160.000.000,-
  2
           = Rp. 925.000.000,-
 Rp. 310.250.000,-
       = 3 kali
2.  Perputaran Piutang
Perputaran piutang     = Penjualan kredit bersih
Rata-rata piutang
=           Rp. 1.400.000.000,-
Rp. 112.400.000,- + Rp. 92.500.000,-
  2
= Rp. 1.400.000.000,-
Rp. 102.450.000,-
= 13,7 kali
3.  Recevable Collection Period (lamanya piutang baru tertagih)
Recevable collection period            = Rata-rata piutang × 360 hari
Penjualan kredit bersih
                  = Rp. 102.450.000,- × 360 hari
Rp. 1.400.000.000,-
       = 26,34
atau dapat disimpulkan bahwa lamanya periode pengumpulan piutang rata-rata adalah selama 26 hari karena angka tersebut yang paling mendekati dari angka 26,34.
4.  Perputaran Aktiva Tetap
Perputaran aktiva tetap         = Penjualan kredit bersih
Aktiva tetap
     = Rp. 1.400.000.000,-
 Rp.  489.000.000,-
= 2,9 kali
5.  Perputaran Aktiva
Perputaran aktiva       = Penjualan kredit bersih
Total aktiva
     = Rp. 1.400.000.000,-
 Rp.  818.750.000,-
= 1,7 kali

d) Rasio Keuntungan
1.   Gross Profit Margin/Margin Laba Kotor = MGP
MGP     =     Laba kotor      × 100 %
Penjualan bersih
= Rp. 475.000.000,- × 100 %
Rp. 1.400.000.000,-
        = 33,9 %
2.  Profit Margin (Margin Laba Kotor)
PM        =       EBIT   × 100 %
Penjualan
        = Rp. 256.250.000,-         × 100 %
Rp. 1.400.000.000,-
    = 18,3 %
3.  Net Profit Margin (Margin Laba Kotor) = NPM
NPM    =       EAT    × 100 %
Penjualan
        = Rp. 133.950.000,-         × 100 %
Rp. 1.400.000.000,-
    = 9,57 %

4.  Return On Asset (ROA)
ROA     =       EBIT   × 100 %
Total aktiva
        = Rp. 256.250.000,-         × 100 %
 Rp. 818.750.000,-
    = 31,30 %
5.  Return On Equity (ROE)
ROE     =        EAT            × 100 %
Modal sendiri
        = Rp. 133.950.000,-         × 100 %
Rp. 506.000.000,-
    = 26,47 %
6.  Return On Investment (ROI)
ROI      =      EAT            × 100 %
Investasi
        = Rp. 133.950.000,-         × 100 %
Rp. 818.750.000,-
    = 16,36 %
7.  Earning Per Share (EPS)
EPS       =              EAT     
Jumlah lembar saham
        = Rp. 133.950.000,-  
50.000     
= Rp. 2.679,-

e) Rasio Penilaian
Di asumsikan bahwa harga pasar saham pada saat itu adalah Rp. 8.000/lembar :
1.  Price Earning Ratio (PER)
PER        = Harga pasar perlembar saham
Laba perlembar saham
= Rp. 8.000,-
 Rp. 2.679,-
    = 3 kali
2. Market to Book Value Ratio (MBV Ratio)
MBV Ratio        = Harga pasar perlembar saham
Nilai buku perlembar saham
= Rp. 8.000,-
 Rp. 6000,-
= 1,3 kali

ü Penentuan Kondisi Keuangan Perusahaan
Berdasarkan perhitungan rasio laporan keuangan PT. AdheysCOM diatas dapat disimpulkan bahwa hasil laporan keuangan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan masih menguntukkan bagi perusahaan jika terus dijalankan. Hal tersebut dapat terlihat pada rasio likuiditas yang menunjukan bahwa perusahaan masih sanggup melunasi utang jangka pendeknya, rasio leverage juga menunjukkan bahwa PT. AdheysCOM masih sanggup memenuhi segala kewajiban finansialnya dan dalam perhitungan rasio aktivitas perusahaan tersebut memperlihatkan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya yang telah membandingkan antara penjualan dan aktiva, serta rasio keuntungan yang menunjukkan posisi perusahaan dalam hal ini PT. AdheysCOM  dinilai mampu menghasilkan laba/keuntungan yang tinggi karena pengelolaan manajemennya yang baik dan yang terakhir rasio penilaian yang menunjukkan bahwa PT. AdheysCOM mampu menciptakan nilai bagi para investor maupun pemegang saham sebagaimana perusahaan masih bisa dipercaya sebagai perusahaan yang menguntungkan sebab harga  pasar lebih tinggi dari nilai buku dan dipastikan mampu menutup biaya-biaya apabila dilakukan penjualan saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGERTIAN WAWASAN KEBANGSAAN